yes or no ?



Merokok adalah salah satu perilaku menyimpang remaja yang sudah tidak jarang lagi kita lihat di zaman modern ini. Pergaulan dan lingkungan menjadi faktor terpenting anak merokok. Selain itu, perilaku ini tidak lepas dari sifat remaja yang labil, suka mencoba hal-hal baru, rasa keingintahuannya yang tinggi, dan merasa tidak gaul bila tidak merokok.

Banyak kerugian yang ditimbulkan akibat merokok. Dalam rokok terdapat zat-zat yang mengandung racun berbahaya yang dapat menimbulkan gangguan fungsi organ tubuh dan penyakit-penyakit kronis. Salah satu zat berbahaya dalam rokok yaitu nikotin. Zat yang mempunyai sifat adiktif ini dapat membuat kecanduan. Efek yang ditimbulkan dari zat ini adalah penyempitan pembuluh darah dan kekurangan oksigen di seluruh tubuh. Selain itu, juga terdapat zat yang bernama 'tar' yang menyebabkan kanker paru-paru. Lalu zat-zat lain seperti Amonio (bahan pembersih lantai), Aseton (penghapus cat kuku), Naftalen (kapur barus), Metanol (bahan bakar roket), Butan (bahan bakar korek api), dan masih banyak lagi. Zat-zat tersebut mengandung racun yang berbahaya.

Rokok tidak hanya membahayakan bagi si perokok, tapi juga orang-orang yang di sekitarnya yang menghirup asap rokok. Asap yang ditimbulkan oleh rokok dapat merusak sel-sel saluran pernapasan. Dalam rokok akan dihasilkan dua asap, asap yang diisap oleh si perokok yang disebut asap utama, dan asap yang keluar dari ujung rokok yang disebut asap samping. Asap samping sangat berpengaruh bagi si perokok pasif karena jumlahnya banyak dan kadar bahan berbahaya yang dikandungnya cukup tinggi.

Lalu apa yang bisa dibanggakan dari merokok? Apakah rokok bisa membuat kita jadi lebih pintar? Apakah rokok bisa mencemerlangkan masa depan kita? Bayangkan akibat-akibat yang ditimbulkan dari merokok bagi masa depan. Pikirkan bagaimana masa depan kita bila d masa muda saja sudah menabung untuk merusak diri sendiri. Kesehatan itu mahal harganya, lalu kenapa kita tidak menjaganya dengan sebaik-baiknya? Pikirkan jika Tuhan mengambil nikmat-Nya yang kita sia-siakan sekarang.
Pikirkan orang-orang yang dirugikan akibat perilaku kita. Bukankah sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi sesama, dan bukan sebaliknya?
Hidup kita terlalu singkat untuk melakukan hal-hal yang tak bermanfaat bagi diri kita dan sesama.

Cheer up
InsyaAllah manfaat ^_^

0 komentar: