Ini Ceritaku ^_^


Ingin berbagi pengalaman pada teman-teman. Smoga bermanfaat.:)

Di usia ku yang kurang lebih tepat seminggu yang lalu telah mencapai angka 18 tahun, aku ingin sedikit berbagi tentang sesuatu yang ku alami dalam hidup ku slama 18 tahun aku hidup.


Ada satu pengalaman dalam hidupku yang tak kan mungkin dapat ku lupa. Berawal saat aku berusia 16 tahun, aku terserang suatu penyakit, yang bisa dikatakan suatu penyakit yang mematikan. Tapi maaf aku tak bisa menyebutkan namanya. Biar aku, orangtuaku, dan Tuhan yang tahu. Aku merasa depresi, sedih,pesimis dll pada saat itu, mungkin sampai satu atau dua bulan. Aku menangis terus. Aku bikin status galau-galau di akun Facebook ku, sampai teman-temanku heboh. Ada apa dengan ku? Mungkin aku bisa sedikit bercerita tapi tentunya tak bisa ku ceritakan semua secara gamblang karena aku harus menjamin kerahasiaan identitas penyakitku. Hehe- 


Yang bikin aku tambah sedih adalah saat ibuku menyingkirkan semua barang-barang ku karena penyakit itu dapat menular dan aku punya dua adik yang masih kecil. Aku tahu penyakitku. Aku tahu apa yang terjadi padaku. Dan aku pun tak ingin penyakit itu menular pada orang-orang yang ku sayangi yang ada disekitarku. Doaku pada Tuhan saat itu “Allah jangan Engkau biarkan orang-orang yang ku sayang dan menyayangiku merasakan sakit yang sama seperti aku saat ini, biar cukup aku. Limpahkan saja sakit itu padaku. Jangan mereka yang menyayangiku”

Satu penyebab sakit ku yaitu angin malam. Aku ikut ekstrakulikuler Pecinta Alam di sekolahku. Saat masih kelas 1 pasti lebih banyak kegiatan dan aku pun hampir tak pernah absen dalam kegiatan. Orang tua ku tak melarang asal aku bisa jaga diri tapi sejak aku sakit, aku dilarang penuh untuk ikut ekstra. Tentu bagai separuh jiwaku hilang. Aku pun membicarakan itu pada teman-teman ku dan mereka memakluminya, alhamdulillah. Aku tahu mereka sayang aku .:)

Ada seseorang yang dekat dengan ku meyakinkanku bahwa penyakit itu adalah penggugur dosa. Dan aku yakin dan berdoa semoga itu benar adanya terjadi padaku bukan sebaliknya yaitu penyakit karna adzab. –na’udzubillah- Aku termasuk pasien bandel tapi untuk kali ini aku harus taat karna aku tak ingin ibuku menangisi aku sedang ayahku cemas memikirkanku. Aku tahu dibalik ketegarannya, mereka juga sakit lebih sakit daripada aku ketika melihat anaknya tak berdaya oleh suatu penyakit. Dua bulan aku rajin minum obat, cek laboratorium, dan penyakit itu mulai hilang, tapi aku harus tetap minum obat agar penyakit itu benar-benar hilng dalam diriku.

Aku mulai bangkit. Aku tak pernah menunjukkan kesedihanku saat berada di depan orang-orang. Aku hanya menangis pada Tuhanku. Meski tubuh tak bisa dibohongi tapi sebisa mungkin aku tak ingin terlihat seperti orang sakit. Ibuku yang slalu mendampingiku malah lebih muram daripada aku. Beliau ikut tak doyan makan, tak bisa tidur, hmmm:) ya itulah ibu.

Ku tanamkan dalam pikiranku “AKU SEHAT AKU KUAT”. Aku slalu berkata pada ibuku dan semua orang bahwa “aku tak sakit, aku sehat”. Suatu keyakinan dalam diri ini bahwa “apa yang aku pikirkan itulah yang kan terjadi” aku berpikir sehat maka aku sehat, aku berpikir bisa maka aku bisa. 

Dan tak lupa tuk selalu TERSENYUM dalam segala keadaan apapun yang kita alami dalam hidup. Penyakit itu menimbulkan kesedihan, mengobati kesedihan itu dengan kesenangan, maka harus timbulkan energi positif dengan slalu tersenyum agar energi negatif (kemurungan) cepat hilang.

Yakinlah bahwa Tuhan itu sangat dekat dengan kita. Penyakit itu dari Allah maka obatnya ya ada pada Allah. Berpikir positif pada Tuhan dan tak lupa tuk selalu meminta obat atas penyakit itu pada-Nya. Itu yang ku lakukan saat itu. :)

Maka bila bersedih jangan terus bersedih. Bangkitlah! Hidup tak kan sampai disitu kawan. Bangun pikiran-pikiran positif dalam jiwamu. Yakinlah bahwa Tuhan itu menyayangi kita. Tuhan selalu bersama kita. “Allah beserta dengan prasangka hamba-Nya”

KEHIDUPANMU BERAWAL DARI PIKIRANMU!!!

Bangun energi positif pada dirimu dan apapun yang ada disekitarmu. InsyaAllah bermanfaat. ^_^

0 komentar: