Acep Johar, Kediri.
Gerobak es oyen Acep terlihat ramai, begitulah keadaannya sekarang setelah
pindah ke Kediri meninggalkan kampung halamannya hanya untuk memperbaiki
ekonomi keluarga.
Pria berumur 30 tahunan ini, mengaku kepiawaannya berusaha es oyen berasal dari
bosnya. Di Kediri, penjual es oyen depan MAN 3 ini, tinggal di Desa Banjaran
Kecamatan Kota. Modal awal yang dibutuhkannya untuk memulai usaha ini yaitu 1,5
juta rupiah, itupun modal sendiri.
Pria
bertinggi badan 167 cm ini, mengaku kepindahannya ke Kediri selain untuk
memperbaiki ekonomi juga ikut orang untuk berwirausaha. Usaha yang dilakukan
Kang Acep sehari-hari dibantu oleh satu orang temannya. Pria bernomor celana 28
ini, mendapat penghasilan kotor berkisar empat sampai lima ratus ribu perhari.
Ia memulai berjualan pada pukul 08.30 s.d 17.30 WIB. Bahan-bahan untuk
berjualan ia dapatkan dari pasar-pasar terdekat, bila keadaan sedang tidak
memenuhi seperti saat tidak sedang musim buah atau stok di pasar lagi sepi,
anak ketiga dari tujuh bersaudara ini harus mencari sampai keluar kota.
Pria lajang ini mengaku mayoritas pembeli adalah anak sekolah khususnya MAN 3
Kediri. Ia memilih berjualan di depan MAN 3 karena belum ada saingannya dan
tempatnya yang strategis, dekat rumah, dekat tempat-tempat yang sering
dikunjungi orang, dan merupakan jalan penghubung berbagai daerah.
Pria yang lahir di Tasikmalaya ini, menjalani usahanya dengan teguh walau
kadang lelah menghampiri, tak jarang ada pembeli yang meminta aneh-aneh,
apalagi saat musim hujan tiba usahanya jadi agak sepi. Ia tetap sabar
menghadapinya karena memang hanya inilah usaha yang ia miliki, “Mungkin ini
sudah rejeki saya,” ujarnya atas pencapaiannya berwirausaha di
Kediri.(ifk)
0 komentar:
Posting Komentar